Kisah tentang kepedulian, harapan yang lahir kembali, dan cinta yang tak pernah putus.
Kisah kami dimulai dari sebuah keprihatinan yang mendalam. Pada tahun 2006, saat gempa dan tsunami mengguncang Pulau Nias, kami menyaksikan banyak anak-anak kecil yang mendadak kehilangan pelukan orang tua mereka. Mereka kehilangan rumah, kehilangan tawa, dan yang paling menyedihkan, mereka mulai kehilangan harapan.
Berbekal niat tulus, pada awal tahun 2010, kami mengumpulkan keberanian untuk menyewa sebuah rumah sederhana di Mutiara Gading Timur, Mustika Jaya, Kota Bekasi. Rumah itu kami beri nama "Sinar Kasih Harapan". Sebuah nama yang membawa doa: agar tempat ini bisa menjadi sinar yang memancarkan kasih sayang tanpa batas, dan menumbuhkan kembali harapan baru bagi mereka.
Berbekal niat tulus, pada awal tahun 2010, kami mengumpulkan keberanian untuk menyewa sebuah rumah sederhana di Perumahan Mutiara Gading Timur, Kota Bekasi. Rumah itu kami beri nama "Sinar Kasih Harapan". Sebuah nama yang membawa doa: agar tempat ini bisa menjadi sinar yang memancarkan kasih sayang tanpa batas, dan menumbuhkan kembali harapan baru bagi mereka.
Hari ini, rumah sederhana itu telah menjadi tempat bernaung yang hangat bagi puluhan anak-anak kami, mulai dari usia SD hingga SMA/SMK. Kami melihat air mata berubah menjadi tawa, dan rasa takut berubah menjadi cita-cita. Perjalanan ini belum selesai, dan kami terus melangkah maju.
Kami tidak sekadar menampung, melainkan merawat dan mendidik. Berikut adalah tujuan utama yang terus kami perjuangkan setiap harinya:
Memberikan sarana dan prasarana yang aman, bersih, dan penuh kehangatan keluarga bagi anak-anak terlantar dan yatim piatu.
Memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan formal maupun non-formal, serta membekali mereka dengan keterampilan sesuai minat dan bakat.
Mendidik dan menanamkan nilai-nilai luhur, norma agama, dan etika masyarakat agar mereka sadar akan jati dirinya dan bermoral mulia.
Mempersiapkan anak-anak menjadi generasi penerus bangsa yang sehat lahir batin, mandiri, dan mampu memberikan peran positif di masyarakat.
Mengasuh dengan ketulusan hati, karena setiap anak berhak merasa dicintai sepenuhnya.
Hadir secara nyata untuk memeluk luka mereka dan membantu melewati masa sulit.
Memastikan kebutuhan fisik, mental, dan pendidikan mereka terpenuhi dengan baik.
Menanamkan integritas sebagai pedoman utama anak-anak dalam melangkah di masyarakat.
Menjadi secercah cahaya yang meyakinkan mereka bahwa hari esok pasti lebih baik.